PANDUAN MINUM SEHARI-HARI & PEDOMAN MENGELOLA EFEK SAMPING AIR ALKALI

AIR ALKALI: PANDUAN MINUM SEHARI-HARI & PEDOMAN MENGELOLA EFEK SAMPING

Oleh:
Andi Pratama Dharma
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Divisi AntiAging & ERW Centre

(Diolah dari pengalaman mengelola pasien-pasien penyakit dalam dengan berbagai diagnosis sejak Mei 2016 hingga sekarang. Semoga bermanfaat).

SEBELAS PRINSIP PRAKTIS PEMBERIAN AIR ALKALI
1. Pastinya lebih baik bila orang sehat maupun pasien yang sakit minum air alkali dibanding bila ybs minum air biasa, apapun penyakitnya, apapun kondisinya, berapapun usianya, dan apapun jenis kelaminnya. Mengapa? Karena tubuh kita 60-80%-nya adalah air, dan air alkali yang diproduksi mesin elektrolisis lebih mudah diserap dibanding air mineral biasa sehingga lebih cepat menghidrasi sel-sel tubuh, bersifat basa sehingga bisa memperbaiki kondisi jaringan tubuh yang terlalu asam, dan mengandung molekul hidrogen yang berfungsi sebagai antioksidan (penetralisir radikal bebas) dan banyak manfaat kesehatan lain. Selain itu, air alkali terbukti aman digunakan selama 50 tahun (lihat poin 11).

2. Panduan minumnya: Keep It Simple (Jaga agar tetap sederhana). Karena semakin sederhana instruksinya, semakin tinggi kepatuhannya. Dan kelebihan utama dari air alkali dibanding metode pencegahan dan pengobatan di dunia kedokteran, seperti olahraga, diet seimbang, pola hidup sehat, dan obat-obatan adalah pada faktor kepatuhan jangka panjang.

Berikut panduan praktis minum air alkali:
Minum setiap hari, minimal 2-3 liter per hari, seumur hidup, bila memungkinkan minum langsung dari mesinnya. Minum dari bangun tidur hingga tidur lagi, di dalam rumah maupun di luar rumah, sebelum makan, saat makan, maupun sesudah makan. Boleh dipanaskan sampai mendidih, didinginkan sampai beku sekalipun, dibuat minuman teh, kopi, susu, coklat, sirup, untuk masak sehari-hari, dan untuk minum obat-obatan. Bebas sebebas-bebasnya, sampai ada penelitian ilmiah di jurnal terpercaya yang jelas memberikan larangan bahwa air alkali tidak boleh diminum pada kondisi di atas.

3. Minum mulai pH terendah dulu untuk mengurangi atau menghindari efek samping, kemudian bertahap dinaikkan ke pH tertinggi yang bisa ditolerir. Efek sampingnya juga sangat jarang, bila ada itu pun bersifat ringan dan sementara.

Mengapa harus pH tertinggi? Karena bila mengacu pada teori dari banyak sekali ahli dan pakar kesehatan, para penulis buku-buku kesehatan best seller, yang menganggap sumber dari hampir semua jenis penyakit adalah kondisi tubuh yang terlalu asam, maka makin tinggi pH airnya, makin cepat cairan tersebut dapat memperbaiki keadaan tubuh yang terlalu asam. Selain itu, semakin tinggi pH-nya, semakin tinggi pula kandungan molekul hidrogen yang dihasilkannya.

Penting: pH yang aman untuk diminum adalah antara 8 s/d 10. Di atas itu, misalnya pH 11.5, tidak memiliki dasar ilmiah untuk diminum, bahkan beberapa penelitian membuktikan adanya efek samping jangka panjang yang berbahaya bagi kesehatan.

4. Untuk efek yang sifatnya akut atau segera, seperti untuk berbagai penyakit demam yang tinggi misalnya, atau pada orang normal yang baru pertama kali minum, air alkali jauh lebih baik untuk dibanding air biasa. Mengapa? Pertama, lebih mudah diserap oleh pasien yang pada kondisi demam membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak. Kedua, mengandung antioksidan (penetralisir racun/radikal bebas) yang melimpah. Ketiga, kaya akan molekul hidrogen yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Keempat, bersifat alkali sehingga bisa menetralkan keadaan tubuh yang biasanya menjadi lebih asam ketika pasien jatuh sakit.

Efek yang segera dirasakan adalah pada hidrasi, vitalitas, dan oksigenasi tubuh yang lebih baik, seperti berbagai manfaat yang dijelaskan oleh para atlet profesional yang dirangkum dalam tulisan di bawah ini:

Air Alkali untuk Olahragawan hingga Atlet Profesional

AIR ALKALI UNTUK OLAHRAGAWAN HINGGA ATLET PROFESIONALOleh: Andi Pratama DharmaSpesialis Penyakit Dalam Divisi…

Dikirim oleh Andi Pratama Dharma pada 11 Juni 2017

5. Dibutuhkan waktu sebelum air alkali mencapai efek yang optimal, terutama pada penyakit yang sifatnya kronis. Perbaikan yang timbul serta waktu terjadinya perbaikan juga sangat bervariasi dan berbeda-beda pada orang, walau penyakitnya sama. Jadi sebaiknya tidak menjanjikan efek perbaikan tertentu atau waktu perbaikan tertentu. Beri saja pehamahan bahwa minum air alkali akan jauh lebih bermanfaat dibanding air biasa, baik dalam jangka pendek, apalagi dalam waktu yang panjang. Air alkali bebih baik untuk pengobatan, dan pastinya lebih baik untuk pencegahan berbagai penyakit, ringan hingga berat. Diperlukan kesabaran dan edukasi yang baik, tulus, tapi ilmiah agar pasien dapat terus menjaga konsistensi minum air alkali dengan cara yang benar.

6. Tujuan pemberian air alkali terionisasi adalah secara bertahap adalah menggantikan seluruh cairan (buruk) yang ada di tubuh pasien dengan air yang bersifat sedikit lebih alkali. Dengan demikian, seluruh sel-sel tubuh pasien mulai jaringan otak hingga kulit, dari ujung kepala hingga ke ujung kaki, dan seluruh organnya berisi air yang bersifat alkali, yang membuat organ-organ di seluruh tubuh berfungsi dengan lebih baik.

Selain itu, bila dapat minum langsung dari mesinnya dengan memproduksi air alkali secara harian, berarti kita dapat mensuplai air dengan antioksidan yang melimpah dan kaya molekul hidrogen dari hari ke hari, yang dapat menetralisir radikal bebas dan memberikan berbagai manfaat kesehatan.

Radikal bebas yang bisa dinetralisir antioksidan dari air alkali, sebenarnya membanjiri tubuh kita dan keluarga tercinta setiap hari, mulai bangun tidur hingga tidur lagi, mulai anak-anak hingga lanjut usia. Para ahli kesehatan sepakat bahwa radikal bebas memegang peranan pada hampir semua jenis penyakit di semua organ, terutama pada berkembangnya berbagai jenis kanker.

anti oksidan dari air alkali kangen water

Lebih jelasnya bisa dibaca di link berikut:
Air Alkali & Penyakit Akibat Radikal Bebas

AIR ALKALI: ANTIOKSIDAN & PENYAKIT AKIBAT RADIKAL BEBASOleh: Andi Pratama DharmaSpesialis Penyakit Dalam Divisi…

Dikirim oleh Andi Pratama Dharma pada 4 Maret 2017

Salah satu yang sering tidak disadari adalah konsumsi beras berpestisida setiap hari, yang berpotensi menimbulkan berbagai jenis kanker sejak usia muda, gangguan fertilitas dan kehamilan, serta gangguan perkembangan sejak janin hingga meningkatnya kelahiran anak-anak berkebutuhan khusus.

Air Alkali & Bahaya Pestisida

AIR ALKALI DAN BAHAYA PESTISIDAOleh:Andi Pratama DharmaSpesialis Penyakit Dalam Divisi AntiAging & ERW Centre…

Dikirim oleh Andi Pratama Dharma pada 15 Agustus 2017

7. Jumlah air alkali secara umum tidak dibatasi, tapi harus mencukupi seluruh kebutuhan sehari-hari, dengan sesedikit mungkin dicampur air dari sumber yang lain. Jangan lupa, yang sangat penting adalah menyetop total berbagai minuman yang sifatnya asam, seperti soft-drink, minuman berenergi, dan minuman isotonik (kecuali setelah olahraga).

Mengapa harus cukup cairan setiap harinya? Karena bila jumlah yang masuk dalam 24 jam tidak mencukupi kebutuhan harian tubuh, maka distribusi cairan tidak akan merata. Tubuh akan memprioritaskan cairan yang jumlahnya terbatas tadi untuk organ-organ vital yang dianggap paling penting, antara lain jantung, otak, dan paru-paru. Akibatnya, organ-organ seperti sendi, otot, tulang, kulit, lambung, usus halus, usus besar, pankreas, liver, panca indra, dan berbagai organ non-vital lain tidak akan mendapatkan cairan yang cukup. Akibatnya berbagai keluhan di organ-organ tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengalami perbaikan.

8. Air alkali juga lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan setiap harinya dibanding air biasa. Mengapa? Pertama, karena air alkali lebih mudah diserap dibanding air biasa, sehingga lebih cepat menghidrasi sel-sel dan jaringan di seluruh tubuh. Kedua, karena molekulnya lebih kecil, maka minum air alkali dalam jumlah banyak jarang menyebabkan mual atau kembung, sehingga anak-anak dan para lansia yang biasanya sulit minum dalam jumlah banyak akan lebih mudah mencukupi kebutuhan cairan hariannya. Ketiga, karena air alkali lebih enak rasanya dan lebih segar, minum dalam jumlah yang banyak tidak akan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti minum air mineral biasa.

9. Khusus untuk pasien-pasien dengan penyakit ginjal, jantung, atau mereka yang berusia lanjut, cukup gantikan saja kebutuhan air sesuai jumlah yang direkomendasikan dokter per harinya dengan air alkali. Pada pasien-pasien dengan

sakit yang berat (atau ibu hamil terutama hamil muda), kondisi tubuhnya biasanya jauh lebih asam dari orang sehat, sehingga untuk menghindari efek samping sebaiknya mengkonsumsi air alkali dengan pH terendah dalam waktu yang lama (1-4 minggu) terlebih dahulu. Selanjutnya, secara bertahap pH-nya dinaikkan ke pH yang lebih tinggi.

10. Untuk memaksimalkan manfaatnya, sangat disarankan untuk minum langsung dari mesinnya, karena manfaat dari molekul hidrogen akan berkurang drastis dalam 24 jam. Fungsi utama dari ion hidrogen adalah sebagai antioksidan penetralisir berbagai racun (radikal bebas) yang masuk ke tubuh kita setiap harinya, dengan 6 kelebihan dibandingkan antioksidan biasa. Selain itu, molekul hidrogen juga memiliki efek anti-radang, anti alergi, anti-apoptosis, dan membantu berbagai proses metabolisme.

11. Walaupun banyak sekali manfaatnya untuk pengobatan berbagai penyakit, manfaat utama dan terbesar dari air alkali adalah untuk mencegah berbagai penyakit berat di kemudian hari, bila diminum secara teratur setiap hari sepanjang usia, mulai anak usia 6 bulan hingga lansia di atas 100 tahun.

Keamanan air alkali telah dibuktikan lewat berbagai penelitian sejak pertama kali disejui penggunaannya oleh Departemen Kesehatan Jepang tahun 1966, Departemen Kesehatan Korea Selatan sejak 1978, dan diakui manfaatnya dalam pencegahan penyakit oleh Association of American Family Physician di tahun 2011. Lebih jelasnya mengenai sejarah, manfaat, dan keamanan air alkali, dapat dipelajari di link berikut ini:

Sejarah & Manfaat Air Alkali

SEJARAH PENELITIAN AIR ALKALI (DAN AIR ZAM ZAM) SERTA MANFAATNYA BAGI KESEHATANOleh:Andi Pratama DharmaDokter…

Dikirim oleh Andi Pratama Dharma pada 15 Januari 2017

Dan bahwa manfaat utama air alkali adalah pada pencegahan, bukan pada pengobatan penyakit, dijelaskan di dua link berikut ini:

Air Alkali & Hambatan Utama dalam Preventive Medicine

AIR ALKALI & PREVENTIVE MEDICINEOleh: Andi Pratama DharmaSpesialis Penyakit Dalam Divisi AntiAging & ERW Centre…

Dikirim oleh Andi Pratama Dharma pada 8 Januari 2017

Air Alkali & Pencegahan Penyakit Berat

AIR ALKALI DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT BERATOleh:Andi Pratama DharmaDokter Spesialis Penyakit Dalam Divisi…

Dikirim oleh Andi Pratama Dharma pada 12 Januari 2017

ENAM PANDUAN SEDERHANA MENGELOLA EFEK SAMPING PASCA MINUM AIR ALKALI
1. Efek samping setelah minum air alkali secara umum sangat jarang terjadi, biasanya hanya pada 10% pasien atau kurang. Kalaupun ada, itupun biasanya ringan, dapat ditolerir oleh pasien, dan tidak bertahan lama.

2. Untuk meminimalisir efek samping, sebaiknya mulai memberikan air alkali dengan pH terendah terlebih dahulu (pH 8.5), kemudian bertahap dinaikkan ke pH tertinggi yang bisa ditolerir oleh pasien. Bila ketika dinaikkan timbul lagi efek samping, sarankan pasien untuk kembali minum pH yang lebih rendah.

3. Efek samping lebih sering timbul (walau tidak selalu) pada pasien yang menderita penyakit berat, atau penyakit dengan berbagai komplikasi dan keluhan yang beraneka ragam. Pasien yang sebelumnya memiliki kualitas kesehatan yang kurang baik, biasanya tubuhnya jauh lebih asam dibanding mereka yang sehat. Ketika pasien tersebut mulai minum air alkali, biasanya tubuhnya yang sudah terlanjur asam melakukan penolakan, dalam bentuk efek samping yang bisa timbul selama beberapa waktu. Efek samping pada tiap orang berbeda-beda jenis, durasi, dan berat ringannya. Selain itu, efek samping juga tidak dapat diramalkan akan timbul atau tidak, dan tidak bisa diprediksi apa bentuk efek sampingnya.

4. Cara memastikan apakah efek samping yang terjadi timbul akibat minum air alkali atau tidak, sebenarnya cukup sederhana. Bila efek samping tadi selalu hilang setelah air alkali dihentikan, dan selalu timbul lagi bila air alkali kembali diberikan, bisa dipastikan efek samping yang terjadi adalah karena reaksi penolakan dari tubuh terhadap air alkali terionisasi.

5. Karena penolakan tubuh dan efek sampingnya timbul karena tubuh yang terlalu asam menolak cairan dengan pH yang basa, maka sebaiknya kondisi tubuh yang terlalu asam tadi secara bertahap diperbaiki terlebih dulu. Sarankan pasien untuk banyak makan sayuran dan buah-buahan, puasa total soft-drink dan minuman/makanan lain yang sifatnya asam, dan minum air alkali dengan pH 7.0 minimal 2-3 liter per hari selama 1-2 bulan.

Apakah pH 7.0 memiliki manfaat? Tentu

saja, asal diminum langsung dalam 24 jam setelah diproduksi dari mesinnya. Walaupun manfaat pH alkalinya tidak diperoleh untuk sementara waktu, tapi manfaat antioksidan dan manfaat molekul hidrogen lainnya tetap diperoleh pasien. Selain itu, air yang diolah oleh mesin elektrolisis juga lebih enak dan lebih segar rasanya, serta lebih mudah diserap, sehingga lebih cepat menghidrasi tubuh pasien. Setelah menjalani pola hidup alkali dan minum rutin pH 7.0 selama 1-2 bulan, diharapkan tubuhnya relatif tidak terlalu asam lagi. Setelah itu, dapat dicoba mulai dengan pH 8.5 yang kemudian nantinya dinaikkan secara bertahap.

6. Yang paling penting, harus ditanamkan sejak awal kepada seluruh pasien, bahwa walaupun mungkin ada efek samping di awal penggunaan, tapi air alkali dalam jangka panjang merupakan pilihan satu-satunya agar bisa hidup sehat terus dan terhindar dari berbagai penyakit ringan maupun berat di kemudian hari.

Mengapa? Karena pilihan bagi pasien tersebut hanya air alkali atau air mineral biasa. Tidak ada pilihan lain. Jadi meskipun agak sulit memulainya, minum air alkali ini tetap harus dan layak dicoba, karena cara ini merupakan metode pencegahan penyakit yang paling sederhana, mudah, murah, efektif, efisien, dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah bagi pasien dan seluruh keluarganya dalam jangka panjang.

Semoga bermanfaat.
Andi Pratama Dharma